Kenapa masuk IPTP???

Alasan Masuk IPTP

Sebenarnya tidak ada alasan khusus mengapa saya masuk ke Departemen Ilmu dan Teknologi Peternakan (IPTP). Jangankan masuk IPTP, membayangkan masuk ke Peternakan pun saja sama sekali tidak. Jadi saya anggap masuk ke IPTP sekarang ini adalah pilihan Allah SWT yang terbaik yang diberikan kepada saya. Awalnya saya sangat ingin masuk ke Fakultas Kedokteran Hewan, namun takdir berkata lain. Pengumuman USMI dari IPB menyatakan bahwa saya diterima di Fakultas Peternakan. Pada saat itu di kertas pengumuman, tidak dicantumkan di departemen mana saya diterima. Saya sempat bingung mengapa hanya saya yang tidak dicantumkan departemennya padahal teman-teman saya yang lain dicantumkan berdasarkan departemennya. Belakangan saya tahu, bahwa ternyata untuk Fakultas Peternakan belum ada penempatan untuk departemennya. Penempatan akan dilakukan setelah menyelesaikan pendidikan Tingkat Persiapan Bersama (TPB).

Di penghujung akhir masa TPB, saya mendapat undangan dari Fakultas Peternakan. Isinya adalah untuk menghadiri sosialisasi penempatan masuk Departemen. Yang saya tahu Fapet hanya ada 2 departemen, yaitu INTP dan IPTP. Dalam kepala saya, terbayang INTP dipenuhi dengan praktikum-praktikum kimia dan berkutat di dalam laboratorium. Saya kan jadi takut kalau-kalau hal itu benar terjadi. Karena bukan jiwa saya untuk ngelab sepanjang waktu dan bermain-main dengan aneka zat-zat kimia. Itu bayangan di otak saya waktu itu. Jadi saya putuskan saja, saya memilih IPTP. Bukan karena saya menyukai produksi ternak atau alasan ilmiah apapun lainnya, tapi lebih karena benci kimia dan takut akan ngelab sepanjang waktu.

Apapun alasannya pada waktu itu, yang terpenting adalah saya mencintai Fakultas, Departemen, dan Institusi saya sekarang ini.

Posted in Uncategorized | Leave a comment